![]()
visibangsa media dari sisipandang.com – Mataram – Tikar-tikar digelar di atas rumput, keranjang piknik berjajar rapi, dan ponsel sejenak berpindah dari genggaman ke saku. Di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, puluhan peserta duduk melingkar pada Sabtu, 10 Oktober 2026, untuk satu tujuan sederhana namun kian terasa relevan: belajar terhubung tanpa kehilangan diri.
Suasana santai itu menjadi wajah Picnic HEALING Day, kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day). Acara ini merupakan kolaborasi Komunitas Grow and Learn Pal (GALPAL), Siapa Kamu Indonesia (SKI), dan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) NTB.
Tema yang Dekat dengan Keseharian
Mengusung tema “Stay Connected, Stay Grounded: For a Balanced Digital Life & Mental Health”, kegiatan ini mengajak masyarakat menengok kembali hubungan mereka dengan dunia digital. Di tengah arus informasi yang nyaris tak pernah berhenti, peserta diajak memahami bahwa kesehatan mental perlu dijaga sama seriusnya dengan produktivitas.
Berbagai aktivitas interaktif dirancang agar peserta tetap bisa terhubung, bertumbuh, dan berekspresi di ruang digital, tanpa melupakan pentingnya beristirahat, merefleksikan diri, serta membangun koneksi yang bermakna, baik dengan orang lain maupun dengan diri sendiri.
Dari Berbagi Kebiasaan Hingga Menulis Jurnal
Rangkaian acara dibuka dengan Gals-Talk bertajuk “Tetap Terhubung, Tanpa Kehilangan Diri, dengan Membangun Kebiasaan Digital yang Lebih Sehat” yang dibawakan Hanifah Husein Hizbullah, S.Pi. Sesi ini mengajak peserta mengenali kebiasaan digital sehari-hari dan mulai menggantinya dengan pola yang lebih sehat.
Peserta kemudian beralih ke sesi digital journaling, yaitu menuangkan pikiran dan perasaan secara reflektif. Selanjutnya, dalam reflection and affirmation session, mereka diajak mengenali diri lebih dalam dan menguatkan diri dengan afirmasi positif.
Puncak acara ditandai dengan Mental Health Talk “Stay Connected, Stay Grounded” yang menghadirkan dua pembicara, yakni Putri Nurida Fitriani, S.I.Kom., M.A., dan Lale Agit Diah Arini, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Ruang Aman Untuk Berbagi
Ketua Panitia, Septiana Nur Azizah Billah, S.Ars., menuturkan bahwa kegiatan ini sengaja dibuat sebagai ruang yang hangat bagi siapa saja.
“Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman, mengenali diri lebih dalam, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan menerapkan keseimbangan digital atau digital well-being dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada para narasumber, panitia, peserta, serta sponsor, yaitu Kami Handycraft, Rental Piknik, Esda Coffee, Bee Salon Family Spa, dan Sozo Clinic, serta para media partner yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya.
Terhubung dengan Diri dan sekitar
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun lingkungan yang suportif dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa koneksi di dunia digital perlu berjalan beriringan dengan koneksi terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Sebab, menjaga kesehatan mental bukan berarti menjauh dari dunia digital, melainkan belajar menggunakannya secara bijak tanpa kehilangan keseimbangan diri. | Laporan Hanifah Husein



Recent Comments