BerandaBERITABOCOR..! Ini Dia Agenda MS Kaban di Korea Selatan

BOCOR..! Ini Dia Agenda MS Kaban di Korea Selatan

Loading

SEOUL, sisipandang.com – Pertanyaan “mengapa yang diundang mantan menteri?” kini terjawab lewat lembar jadwal resmi. Agenda yang dijalani MS Kaban di Korea Selatan pada 14-18 Oktober 2026 bukan lawatan biasa. Ini rangkaian pertemuan bertajuk Korea-Indonesia Forestry and Forest Carbon Cooperation.

Dalam dokumen itu, ia tercatat sebagai Excellency Honorary Doctor Malem Sambat Kaban, Menteri Kehutanan 2004-2009. Gelar Doktor Kehormatan Bidang Kehutanan dari Kangwon National University (KNU) ia terima pada 2007. Hubungan dengan kampus itu sudah terjalin hampir dua dekade.

Ia tidak berangkat sendiri. Bersamanya hadir Dr. Hadi Pasaribu (Ketua Forest for Life Indonesia, mantan Direktur Eksekutif Asian Forest Cooperation Organization/AFoCO) dan Wandojo Siswanto (Wakil Sekretaris Forest for Life Indonesia, mantan Staf Khusus Menteri Kehutanan). Rombongan juga mencakup Dr. Dian Novarina (APRIL Group, Wakil Ketua APHI), Daigoro Munakata (CEO PT Wana Subur Lestari, Sumitomo Forestry Group), dan Asep Andi Yusup (General Manager PT Wana Subur Lestari).

Ketika pesawat Asiana OZ762 menyentuh landasan Bandara Incheon Terminal 2 pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026, jarum jam baru menunjuk pukul 07.00. Di antara penumpang yang turun ada MS Kaban, Menteri Kehutanan periode 2004-2009. Lima hari ke depan, ia akan berpindah dari Seoul ke Chuncheon dan kembali lagi, dalam rangkaian pertemuan bertajuk Korea-Indonesia Forestry and Forest Carbon Cooperation.

Dalam lembar jadwal panitia, namanya tertulis lengkap dengan penghormatan: Excellency Honorary Doctor Malem Sambat Kaban. Gelar itu bukan hiasan. Pada 2007, Kangwon National University (KNU) menganugerahinya Doktor Kehormatan Bidang Kehutanan. Hampir dua dekade kemudian, ia kembali ke kampus yang sama, kali ini memimpin delegasi Indonesia, sebagai tamu istimewa.

Baca Juga : Ada Apa Korea Undang MS Kaban? Bukan Menhut Saat Ini

Kampus, Masjid, Hingga Diplomasi Meja Makan
Rabu pagi, 14 Oktober, Prof. Ho Sang Kang dari Seoul National University (SNU) sudah menunggu di bandara internasional Incheon. Rombongan “delegasi Indonesia” yang dipimpin MS Kaban itu dibawa ke Hoam Faculty House di kampus SNU untuk melepas penat, lalu berkeliling kampus. Siang hari, mereka menikmati makan siang sederhana di tempat yang sama.

Selepas itu, tibalah agenda yang paling personal: kunjungan ke masjid di Itaewon, yakni Masjid Central Seoul. Di sela jadwal yang padat, MS Kaban menyempatkan diri bersujud di rumah ibadah yang disebut sebagai masjid pertama di Korea Selatan itu.

Malamnya, meja makan menjadi ruang diplomasi yang cair. Rombongan menjamu sekaligus dijamu Prof. Don Koo Lee, mantan Menteri Korea Forest Service, bersama Hoon Kim.

Baca Juga : Seruan Kaban Dari Masjid Central Itaewon

Bertamu ke Rumah AFoCO
Hari kedua, Kamis, 15 Oktober: dibuka dengan perjalanan ke Sekretariat AFoCO. Di sana, Dr. MS Kaban dan Dr. Hadi bertemu Dr. Chong Ho Park, Direktur Eksekutif AFoCO, organisasi kerja sama kehutanan Asia yang pernah dipimpin Dr. Hadi. Pembicaraan berlanjut ke meja makan siang bersama jajaran sekretariat.

Selepas siang, rombongan bergeser ke Chuncheon, kota tempat KNU berada. Di hari yang sama, Munakata dan Asep mendarat dari Jakarta dengan Garuda Indonesia dan menyusul ke sana. Malamnya, Prof. Joon Soon Kim menjadi tuan rumah jamuan makan malam di KNU bersama tiga dosen IPB University. Sembilan orang Indonesia dan lima orang Korea duduk satu meja.

Hari Puncak di Kangwon
Pagi hari ini Jumat, 16 Oktober: rombongan dijadwalkan menghadiri upacara pembukaan konferensi internasional yang digelar KNU. Tak lama kemudian Kaban juga dijadwalkan bertemu Dekan College of Forest and Environmental Sciences, lalu makan siang bersama Prof. Eun Ju Cheong.

Sore hari menjadi panggung utama. Pukul 16.00 hingga 18.00 waktu setempat, Special Lecture digelar di Room 104. Dalam daftar pembicara undangan tercantum H.E. Dr. Kaban, Dr. Dian Novarina, dan Prof. Kang. Di ruang itulah gagasan tentang pengelolaan hutan dan pengendalian emisi karbon dua negara dibahas langsung dari para pelakunya.

Di waktu yang sama, Wandojo, Munakata, dan Asep mengikuti Session 3 konferensi. Malamnya, Prof. Jae Seon Yi, Guru Besar Emeritus KNU, menutup hari dengan jamuan makan malam.

Masuk ke Dalam Hutan
Setelah hari yang sarat diskusi, Sabtu pagi, 17 Oktober: diisi kunjungan lapangan ke National Center for Forest Activities Chuncheon. Setelah berbicara tentang hutan di ruang kuliah, rombongan melihat bagaimana hutan dikelola sebagai ruang belajar dan rekreasi.

Siangnya mereka kembali ke Seoul untuk berkeliling kota, melintasi Istana Gyeongbokgung dan Cheonggyecheon, lalu bermalam di Hoam Faculty House, SNU. Direncanakan anggota Delegasi Indonesia Dr. Dian lebih dulu pulang ke Tanah Air. Sementara Dr. MS Kaban, Dr. Hadi Pasaribu, dan Ir. Wandojo, M.Sc. kembali ke tanah ari dari bandara internasional Incheon pukul 15.05, menutup lima hari yang padat.

Mengapa Kaban?
Pertanyaan yang sempat menggantung sebelumnya kini punya jawaban lewat jadwal ini. MS Kaban hadir bukan sekadar sebagai mantan pejabat, tetapi sebagai tamu yang telah punya ikatan panjang dengan KNU, dipertemukan dengan pimpinan AFoCO, dan diundang sebagai pembicara pada kuliah khusus.

Agenda ini bertumpu pada tiga simpul: jejaring kebijakan lewat AFoCO dan mantan pejabat kehutanan Korea, jejaring akademik lewat SNU, KNU, dan IPB, serta jejaring pelaku usaha lewat perusahaan kehutanan Indonesia-Kore-Jepang. Lima hari di Korea Kaban menjadi magnit yang mampu merekatkan tiga simpul jejaring sekaligus: penggiat kehutanan, akademisi dan dunia usaha. | Laporan Hamdan Husein

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments